Hakikat sejati Sebuah Pernikahan, sudahkah kalian mengetahuinya?

Pernikahan adalah sebuah acara yang maha agung kenapa bisa menjadi peristiwa yang maha agung? Bukan karena faktor acaranya harus meria, bukan juga karena mahar dan jamuan yang mewah, menjadi peristiwa yang agung disini karena peristiwa yang dapat merubah hukum Allah, loh kok bisa?


Hukum pacaran menurut kalian boleh apa tidak ?



“ yah boleh-boleh aja mas asal tidak melanggar hukum Allah “

mungkin banyak yang akan menjawab seperti itu tapi coba kita pikirkan dijaman rasull prenah tidak rasul atau para sahabat mengajarkan kita tentang pacaran?
Lah enggak mungkin ada toh,  dijaman rasul itu tidak pernah ada istilah pacaran.

Tapi kan ada mas istilah Ta'aruf ?
Iya memang ada tapi tolong para ikhwan dan akhwat bedakan antara Ta'aruf dan pacaran, karena koridornya sudah beda dan jauh makna pacaran dan Ta'aruf ?

Ta'aruf itu merupakan proses perkenal antar laki-laki dan perempuan itupun hanya sekedar kenal saja tidak lebih, ingat ikhwan wal akhwat tidak lebih.


Jika kalian ingin Ta'arufan dengan seorang perempuan maka jangan pernah kalian mengajak berjalan-jalan atau hanya sekedar telpon-telponan yang dapat mengundang sahwat syaitan , sebelum ada nya ijab dan kabul didepan para saksi dan penghulu. Ini untuk ikhwan yah .

Begitupun akhwat jiak ada laki-laki yang datang kepadamu dan niat untuk mempersunting mu maka jagalah dirimu dengan kesabaran, jangan sampai engkau terjebak oleh godaan syaitan.
Karena syaitan akan mengodamu dengan hal-hal yang akan membuatmu tergoda,
jika syaitan sudah tidak dapat mengodamu dengan sesuatu keburukan, maka dia akan mengodamu dengan sebuah kebaiakan yang dapat menjadi cigal bakal keburukan, seperti apa kebaikan yang dapat menjadi cikal bakal keburukan itu ?

“Kebaikan atau ibadah yang dilakukan berlebihan dan menimbulkan benih-benih ria dalam hatinya”



Itulah kebaikan yang menimbulakan keburukan dan syaitan pun dapat membuat sebuah keburukan yang terlihat sebagi kebaiakan, seperti apa contohnya ?

Seorang laki-laki yang melakukan hubungan jarak jauh dengan perempuan melalui sms dan telpon, mereka selalu smsan dan telponan yang terkadang lupa akan waktu, sebenarmya mereka tau sebenarnya perbuatan itu merupakan perbuatan dosa, akan tetapi syaitan membisikan bahwa perbuatan seperti itu tidak apa-apa selama tidak bertemu dan jalan berduan.

Seperti contoh diatas perbuatan yang buruk tapi dengan tipu muslihat syaitan perbuatan itu seakan terlihat wajar dan tidak berdosa, jika berdosapun tidak sebesar dosanya pacaran, hehehehe iya si tapi jika dosa kecil yang dilakukan terus menerus akan menjadi dosa besar.

Logikanya seperti menabung saja” sedikit demi sedikit akan menjadi bukit “ yah seperti itu lah dosa,
maka untuk para ikhwan dan akhwat yang masih melalkukan perbuatan seperti itu coba perhatikan kembali.

Maaf jika saya terlihat mengurui, saya berharap generasi muslim indonesia dapat menjadi generasi yang benar-benar taat dan cinta akan ajaran Rasulullah.
Jangan pernah menyepelekan hal yang kecil, karena dari hal yang kecil itu dapat menjadi sesuatu yang besar.

Penjelasan diatas kita semua telah belajar tentang dosa dari pacaran,
baik kita akan langsung masuk kedalam pembahasan kita tentang hakikat sebuah pernikahan :

Hakikat sesunguhnya sebuah pernikahan itu adalah Karena ingin menyempurnakan agama Allah dan untuk beribadah kepada Alllah.

Sebuah syair indah pernah terucap dari seorang pemuda :

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena nafsu semata,
Maka setiap pasangan akan sering terlibat perselisihan ketika kebutuhan nafsu mereka tak terpuaskan.

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena kecantikan / ketampanan fisik semata, Maka setiap pasangan akan berusaha berpaling pada yang lain ketika kecantikan / ketampanan itu telah memudar.

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena kekayaannya, Maka setiap pasangan akan berusaha meninggalkan yang lain ketika kemiskinan datang menerpa.

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah untuk mendapat keturunan, Maka setiap pasangan akan mencari alasan untuk pergi menjauh ketika si buah hati tak kunjung hadir dalam keluarga mereka. 

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena punya jabatan dan pangkat yang tinggi, Maka setiap pasangan akan berusaha lari menjauh ketika secara tiba-tiba ia sudah tidak mempunyai jabatan lagi.

Jika tujuan sebuah pernikahan hanyalah karena cinta semata, Maka setiap pasangan akan dengan mudahnya berpindah pada hati yang lain dengan mengatasnamakan cinta.

Dan jika tujuan sebuah pernikahan adalah karena semata-mata dengan niat IBADAH kepada Allah untuk mengharapkan RIDHA-NYA, Maka setiap pasangan akan menemukan arti sebuah pernikahan yang sesungguhnya.

Maka tak ada apapun yang pantas dijadikan sandaran di dunia untuk tujuan sebuah pernikahan, kecuali Allah yang akan selalu menjaga hubungan cinta setiap pasangan dalam sebuah bangunan yang berikat pernikahan hakiki.

Menuju sebuah masa dimana kita semua akan kembali kepada-Nya. Insya Allah. Sebuah cinta akan tercipta jika dua insan bertemu karena Allah mencintai karena Allah dan berpisahpun karena Allah. Semoga kita bisa memaknai arti sebenarnya sebuah pernikahan.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Hakikat sejati Sebuah Pernikahan, sudahkah kalian mengetahuinya?"

Posting Komentar